Post Top Ad

Tuesday, January 13, 2015

Efek Samping Marah

Efek samping marah,- Anda yang sering cepat marah ? Sebaiknya Anda berhati-hati. Peneliti melaporkan, orang yang sering cepat marah memiliki resiko dua kali lebih tinggi dibanding dengan orang yang berkepala dingin untuk mendapat serangan jantung atau mengalami kematian akibat penyakit jantung.

 obat darah tinggi
Tetapi berdasarkan laporan Circulation, sebuah jurnal Asosiasi Kesehatan Jantung Amerika edisi 2 Mei, hubungan antara marah dan penyakit jantung ini hanya hadir pada orang yang memiliki tekanan darah normal. Faktor marah tidak menimbulkan efek yang sama pada orang yang bertekanan darah tinggi , tetapi hal itu mungkin akan berpengaruh terhadap fakta bahwa tingginya tekanan darah telah meningkatkan resiko penyakit jantung di tempat teratas dari penyebab kematian.

"Penelitian ini penting sebab memperlihatkan pernyataan emosi negatif yang kronis seperti marah dapat mempengaruhi kesehatan, khususnya bagi pria umur menengah dan wanita dengan tekanan darah normal," ungkap pimpinan penelitian, Dr. Janice E. Williams, dari University of North Carolina di Chapel Hill.

"Orang yang sering marah-marah mungkin bisa mengambil keuntungan dengan belajar mengenal kejadian yang memicu kemarahan mereka, juga mendapatkan cara yang lebih baik untuk menanggulangi respon mereka terhadap situasi tersebut," ungkap Williams.

Williams dan rekannya melakukan penelitian pada sekitar 13.000 orang berumur menengah yang berpartisipasi dalam penelitian tentang faktor resiko penyakit jantung. Pada awal penelitian, tidak ada satupun partisipan yang mengidap penyakit jantung.

Peneliti menanyakan partisipan mengenai beberapa pertanyaan tentang marah, termasuk apakah mereka akan naik pitam dan apakah mereka merasa ingin memukul seseorang ketika marah. Setelah melengkapi pertanyaan tentang marah, para partisipan terus diikuti rata-rata perkembangaannya selama lebih dari 4 tahun.

Menurut laporan, diantara orang yang bertekanan darah normal, sifat sering marah ini mendekati tiga kali resiko dari penyakit jantung. Meskipun setelah para peneliti memperhitungkan faktor yang bisa mempengaruhi resiko jantung seperti merokok, kelebihan berat badan atau memiliki kadar kolesterol yang tinggi, partisipan yang sering marah ternyata 2,69 kali lebih mungkin untuk mendapat serangan jantung atau mati akibat penyakit jantung selama penelitian, dibandingkan orang yang dilaporkan tingkat kemarahannya lebih rendah.

Tetapi peneliti tidak mendeteksi hubungan antara marah dengan resiko penyakit jantung diantara orang yang bertekanan darah tinggi. Menurut laporan, satu alasan yang dapat menjelaskan adalah penggunaan obat untuk mengatasi tingginya tekanan darah - yang dapat menurunkan resiko dari penyakit jantung - mungkin telah menyeimbangkan pengaruh dari marah.

Meskipun diantara orang bertekanan darah tinggi yang tidak meminum obat untuk mengobati kondisi tersebut masih belum ditemukan adanya hubungan antara marah dengan resiko penyakit jantung. Sejak tekanan darah tinggi tersebut meningkatkan resiko penyakit jantung, Williams dan rekannya berspekulasi, mudah-mudahan kemarahan tidak akan menambah lebih banyak resiko.

Produk Herbal Unggulan Bersifat Multikhasiat Untuk Kesehatan Premium